kontemplatif

2010 Dalam Kilasan

Begini, kira-kira sebenarnya saya ingin mengikuti jejak orang-orang lain untuk menuliskan pengalaman mereka selama tahun 2010 kemarin. Tetapi apa daya, baru sekarang saya sempat untuk menuliskannya. Itu pun tidak terlalu banyak :D.

Untuk saya sendiri, tentunya banyak sekali pengalaman absurd, romantis, dan pencapaian pribadi lainnya yang telah saya lalui. Dan tentunya ada lebih banyak lagi hal yang ingin saya capai dan tingkatkan di tahun yang baru ini.

Berikut adalah daftar kilasan pengalaman pribadi pada tahun 2010 yang sesempatnya saya ingat:

  1. Siklus panas hujan yang makin tidak menentu di Bogor.
  2. Ternyata Sushi itu enak.
  3. Adonan Takoyaki yang dijual di Ciwalk Bandung itu mirip dengan Bakwan.
  4. Resleting celana panjang saya sudah dua kali rusak tahun ini.
  5. Ternyata saya masih belum hapal-hapal jalur angkot di Bandung meski sudah berulang kali berkunjung kesana.
  6. Makanan-makanan  yang saya temui di Banda Aceh tidak ada yang dicampur dengan “daun-surga” (Katanya sih, kalau mau yang ‘dicampur’ juga ada 😛 ).
  7. Sudah hampir dua tahun saya sukses jadi pescetarian.
  8. Jika sedang berada di Puncak, Bogor saya ternyata bisa menghabiskan minuman sereal instan seduh sebanyak 6 bungkus dalam waktu 2 jam saja.

Demikianlah pengalaman-pengalaman kurang penting saya di tahun 2010 kemarin. Bagaimana dengan anda?

Salam dari Bogor
kontemplatif

Writer’s Block

Terus terang saya suka malas sekali kalau sedang terkena gejala ini. Perasaan menggebu-gebu ingin menuangkan sesuatu kedalam bentuk tulisan terhapuskan begitu saja oleh aksi bengong beberapa lama di depan notebook. Alih-alih paragraf, yang kita dapatkan terkadang hanyalah sensasi pusing karena menatap kursor yang berkedip-kedip di depan kita.

Menurut Wikipedia, writer’s block (WB) kira-kira maksudnya seperti berikut:

“A writer’s block is a condition, associated with writing as a profession in which author loses the ability to produce new work”.

Berhubung saya menulis hanya untuk hobi-hobi saja dan bukan untuk profesi, paling-paling saya akan lebih sering ngedumel karena tidak bisa menuangkan buah pikiran saya karena WB :).

Tetapi bila kita memang benar-benar harus menulis dikarenakan kebutuhan yang mendesak seperti paper dan skripsi, berikut adalah hal-hal yang biasanya saya lakukan untuk mendapatkan kembali mood menulis:

  • Buatlah secangkir teh hangat tanpa gula, dan minumlah dengan posisi rileks.
  • Tinggalkan komputer sejenak untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang tidak membutuhkan banyak pemikiran, seperti menyapu, membersihkan kamar mandi, dll.
  • Buatlah pengorganisasian ide dan buatlah outline tulisan sebagai patokan mengenai benang merah tulisan yang sedang kita kembangkan.
  • Jika sudah benar-benar mentok. Lebih baik tidur sebentar untuk mengistirahatkan pikiran, siapa tahu anda butuh istirahat karena burnout 😛