kontemplatif

Past Teenage Angst

Saya tidak bisa tidur.

Tentu saja ini bukan merupakan alasan bagus untuk pria seperti saya menunda istirahat di akhir long weekend seperti saat ini.

Pasti  ada alasannya. Mungkin,..

Saya terus saja memikirkan banyak hal. Tentang menjadi dewasa itu ternyata tidaklah seramai yang kamu, para remaja itu duga. Soal eksistensi diri. Tentang seberapa jauh konsumerisme mendefinisikan ulang dan menculik makna kebahagiaan dari kita. Terkesan cliche?

Boy, life is awkwardly cliche.

Sampai kapan kamu terjebak dan terus berpikir kalau kamu adalah individu yang teramat unik sampai ke sumsum tulang?

Bila menjadi berbeda itu adalah bagaimana mulut kita terus menganga dan menelan segala sesuatu untuk dikonsumsi untuk sebuah tujuan agung yaitu “menjadi berbeda”, maka dalam bilangan tahun kedepan saya berani jamin kamu akan merasa kosong. Bahwa kamu butuh sesuatu yang lebih untuk bisa lebih bermakna.

Menjadi dewasa itu amat sunyi.  Penuh dengan penarikan diri masuk ke dalam gua bernama perenungan. Kamu akan masuk, lalu keluar lagi.  Terus begitu sampai kamu merasa cukup dan telah mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan yang kamu lempar terhadap diri kamu sendiri.

Pada saat ini mungkin kamu hanya berpikir bahwa diakui dan eksis adalah tujuan utama dalam hidup kita. Teruslah mengejarnya, maka suatu hari kamu akan terbangun dari tidurmu pada usia paruh baya, dan mendapati rumah yang kamu tempati kosong tanpa penghuni didalamnya.

Dear remaja, mungkin kamu pun akan mengalaminya suatu hari nanti. Sampai saat itu tiba,

Bersenang-senanglah.