kontemplatif

2010 Dalam Kilasan

Begini, kira-kira sebenarnya saya ingin mengikuti jejak orang-orang lain untuk menuliskan pengalaman mereka selama tahun 2010 kemarin. Tetapi apa daya, baru sekarang saya sempat untuk menuliskannya. Itu pun tidak terlalu banyak :D.

Untuk saya sendiri, tentunya banyak sekali pengalaman absurd, romantis, dan pencapaian pribadi lainnya yang telah saya lalui. Dan tentunya ada lebih banyak lagi hal yang ingin saya capai dan tingkatkan di tahun yang baru ini.

Berikut adalah daftar kilasan pengalaman pribadi pada tahun 2010 yang sesempatnya saya ingat:

  1. Siklus panas hujan yang makin tidak menentu di Bogor.
  2. Ternyata Sushi itu enak.
  3. Adonan Takoyaki yang dijual di Ciwalk Bandung itu mirip dengan Bakwan.
  4. Resleting celana panjang saya sudah dua kali rusak tahun ini.
  5. Ternyata saya masih belum hapal-hapal jalur angkot di Bandung meski sudah berulang kali berkunjung kesana.
  6. Makanan-makanan  yang saya temui di Banda Aceh tidak ada yang dicampur dengan “daun-surga” (Katanya sih, kalau mau yang ‘dicampur’ juga ada 😛 ).
  7. Sudah hampir dua tahun saya sukses jadi pescetarian.
  8. Jika sedang berada di Puncak, Bogor saya ternyata bisa menghabiskan minuman sereal instan seduh sebanyak 6 bungkus dalam waktu 2 jam saja.

Demikianlah pengalaman-pengalaman kurang penting saya di tahun 2010 kemarin. Bagaimana dengan anda?

Salam dari Bogor
Iklan
kontemplatif

Antara Mandi Wajib dan Kesadaran Diri Untuk Belajar

Pada saat kuliah Kalkulus Lanjut hari ini ada satu hal yang cukup menarik. Sang dosen dengan setengah bercanda mengatakan kepada kami bahwa jika sampai saat ini juga masih belum mengerti juga materi yang disampaikan oleh beliau, kami disarankan untuk mandi wajib (Junub) :-).

Mandi wajib merupakan salah satu ritual di dalam agama Islam untuk mensucikan diri dari hadas besar. Hadas besar sendiri merupakan bentuk dari kotoran-kotoran baik mental maupun psikis yang harus dibersihkan dari tubuh agar umat Islam dapat meneruskan ibadahnya (eg. sehabis berhubungan seks, pasca menstruasi, dan sehabis nifas).

kembali lagi ke korelasinya dengan kesadaran diri untuk belajar dengan sungguh-sungguh, saya sendiri terus terang sampai saat ini masih termasuk golongan  mahasiswa yang malas untuk belajar. Ketika mendengar saran untuk mandi wajib tersebut hati saya menjadi tergelitik.

Mungkin secara tidak langsung, sang dosen mengingatkan kita untuk  untuk mendapatkan kembali motivasi untuk belajar dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Tuhan (ESQ banget sih… 🙂 ).

 

Ya. Apapun itu, nanti setelah perkuliahan selesai hari ini saya mau mandi wajib dulu.

Siapa tahu nanti bisa rajin belajar :-D.