musik

Resensi Musik Gesu No Kiwame Otome

Band asal Jepang yang satu ini memang sedikit unik, mulai dari genre yang di-“comot”, komposisi anggota kelompok yang berwarna secara gender, sampai dengan pemilihan nama yang konon menurut orang Jepun di sono tidak lazim dan sedikit kurang sopan. Dalam bahasa jepang sendiri ditulis sebagai ゲスの極み乙女。 (Gesu No Kiwami Otome) atau nama singkat menurut mereka sendiri “Gesu Otome” artinya adalah “Girl at The Height of Rudeness” atau “Super Bitchy Girl”. Dalam bahasa kita mungkin makna yang mendekati adalah “Gadis super kurang ajar”.

Gesu Otome sebagai unit musik terdiri dari 4 anggota dua pria dan dua wanita: yaitu Enon Kawatani pada vokal, gitar, dan keyboard, Kyojitsu Kachou pada Bass, Chan Mari pada Keyboard, dan Hona Ikoka pada Drum.

gesunokiwameotome-300x200
Dari Kiri ke Kanan: Hona Ikoka, Kyoujitsu Kachou, Enon Kawatani, Chan Mari

Pada awalnya Enon Kawatani yang terlebih dahulu aktif lewat band Indigo La End, ingin membentuk band baru yang berisi musisi-musisi yang memiliki kemampuan mumpuni dan dia hormati, hingga berkumpul Kachou, Chan Mari, dan Hona Ikoka.

Kyoujitsu Kachou sendiri merupakan bekas bassis dari Indigo La End. Selepas Indigo La End, Kachou sendiri bekerja sebagai pekerja kantoran (Salary man) sebelum bergabung dengan Gesu Otome. Chan Mari ketika diajak bergabung dengan Gesu Otome juga aktif pada band  Crimson sampai saat ini. Untu Hona Ikoka sendiri bergabung dengan unit duo alt lo-fi rock bernama Microcosm.

Untuk cerita kenapa nama dengan makna yang tidak lazim seperti Gesu Otome dipilih, sebenarnya merupakan keisengan dari para personel band ketika sedang bingung memilih nama. Pada awalnya band ini ketika berlatih tidak memiliki nama band, hingga pada suatu sesi latihan Chan Mari membawa sebuah hand bag dengan tulisan “Gesu No Kiwami Otome” dan menginspirasi anggota band yang lain. Sisanya bisa dibilang adalah sejarah.

Pada perkembangan berikutnya, Gesu Otome yang tadinya dibentuk hanya untuk menyalurkan keinginan bermusik dengan taste berbeda dari band asalnya, justru kini malah lebih terkenal dari band mereka yang “asli”.

Hal unik dari musik yang dibawakan oleh Gesu Otome adalah dari sisi positioning genre musik yang mereka pilih. Enon sendiri memilih bernyanyi dengan rapping ala Hip-Hop di banyak verse lagu, dan bernyanyi secara normal pada chorus, sehingga tidak salah apabila ada yang mengatakan bahwa Gesu Otome adalah unit Hip-Hop Alternative, namun permainan drum Hona Ikoka yang presisi dan danceable, influence musik klasik dan jazzy dari Chan Mari, serta permainan super-skill dari Kyoujitsu Kachou telah memperkaya keluaran bebunyian dari band ini.

Hingga saat ini Gesu Otome sudah mengeluarkan tiga EP dan satu buah studio album:

EP:

  • Dress No Nugikata dirilis bulan maret 2013
  • Odorenai Nara, Gesu ni Natte Shimae yo, dirilis bulan Desember tahun 2013
  • Minna Normal, dirilis bulan April tahun 2014

Studio Album:

  • Miryoku ga Sugoi yo, dirilis bulan Oktober 2014

Selain itu pada 2015 ini Gesu Otome juga merilis single yang berjudul Romance ga Ariamaru yang juga telah dijadikan sebagai promotional video dari film aksi Strayers Chronicle yang dirilis pada Juni 2015.

Berikut youtube dari PV Gesu Otome yang dapat dinikmati dan dijadikan referensi:

Link-link lanjutan:

https://en.wikipedia.org/wiki/Gesu_no_Kiwami_Otome

http://gaijindisco.tumblr.com/post/97724256734/introducing-gesu-no-kiwami-otome

Iklan
musik

Playlist Bulan Oktober 2010

Four Year Strong – Enemy Of The World

Album terbaru dari band ini benar-benar bertenaga. Dentuman-dentuman mereka amat berkarakter ala hardcore punk yang rapat dan kencang, tetapi tetap melodius. Amat cocok untuk menemani pagi penuh semangat milik anda.

Nice Tracks:

It Must Really Suck To Be Four Year Strong Right Now, Find My Way Back

Kings of Leon – Aha Shake Heartbreak

Saya kira tidak ada yang meragukan lagi kemampuan dan taste dari Followill bersaudara ini didalam menghasilkan suatu komposisi garage-rock “berbau” southern pada karya-karya mereka. Album kedua mereka ini menegaskan hal tersebut.

Nice Tracks:

Slow Night So Long, Taper Jean Girl

This Will Destroy You – Young Mountain

EP pertama dari instrumental-post-rock band berbasis di Texas ini telah heavy-rotated di pemutar musik portabel saya. Kesan cozy dan calming nya terkadang membuat saya sedikit rileks di tengah penatnya aktivitas sehari-hari.

Nice Tracks:

Quiet, I Believe In Your Victory

musik

Playlist Bulan September 2010

Polarkreis 18 – Self titled

Band synth-pop dari Jerman ini terus terang berhasil membuat saya menggoyang-goyangkan kaki untuk mengikuti irama yang diramu oleh mereka. Album yang dirilis tahun 2007 oleh grup musik yang dibentuk tahun 1998 ini telah berhasil membuka jalan mereka di belantika musik Jerman.

Nice tracks:

Dreamdancer,Somedays Sundays

Mogwai – Young Team

Album pertama dedengkot post-rock ini dijadikan referensi oleh banyak musisi masa kini. Eksplorasi sound dan noise yang inspiratif membuat kita terbang ke ‘alam’ lain saat mendengarkan rilisan ini *saya-agak-lebay-memang 😛 .

Nice Tracks:

Like Herod, Radar Maker, A Cherry Waves From Stranded Youngsters

The xx – xx

Soft spoken indie rock. Album ini berada pada posisi kedua best album of the year tahun versi majalah NME tahun 2009. Dengan vokalis bergaya maskulin dan bassis berperawakan seperti bouncer klab malam, telah berhasil membuat saya kaget saat pertama kali melihat band ini di youtube. Musik mereka yang cukup manis  di telinga agak sedikit kontras dengan tongkrongan mereka yang hitam-hitam dan agak sangar 🙂

Nice Tracks:

VCR, Heart Skipped A Beat

musik

Playlist Bulan Agustus 2010

Bulan ini adalah bulan puasa. Untuk playlist pun saya lebih cenderung untuk mencari rilisan yang tidak terlalu keras dan obscene dalam hal lirik. Berikut daftar saya bulan ini:
Daby Toure – Iris (Single)
Saya pertama kali mendengar lagu dari musisi Afrika Barat ini pada sebuah scene di film New York, I love you. Lagu yang memberikan kesan hangat dan intim buat saya.
Deep Purple – Machine Head
Album legenda menurut ayah saya. Mungkin cara pandangnya sama seperti saya memandang album adrenaline-nya Deftones. Amat personal dan menggambarkan masa muda yang penuh gejolak.
Nice Tracks:
Smoke on the water, Highway star, Pictures of home

Jirapah – Digital “7 Vol 2
Rilis kedua dari band indie New York yang personilnya berasal dari Indonesia ini memiliki karakter suara yang mengingatkan kita kepada Ian Curtis dan We Are Scientist. Track-track yang kuat dan atmosfer yang berhasil dibangun menjadi nilai lebih dari mini album ini.
Nice Tracks:
Alexander

Netral – Tidak Enak
Album ini dirilis pada tahun 1996 waktu saya masih kelas 3 SD. Buat penggemar Miten dan formasi awal Netral, album ini dapat menjadi semacam pengobat rindu yang cukup ampuh.
Nice Tracks:
Bobo, Boring Day, Ombak

musik

Playlist Juli 2010

Juli selalu identik dengan liburan. Bayangkan sinar matahari yang hangat, lapangan rumput yang hijau, dan kita berlarian kesana kemari mengejar bola bersama teman-teman. Menyenangkan bukan?

Berkaitan dengan musik,pada bulan ini tentunya musik-musik dengan tempo upbeat adalah pasangan yang cocok untuk matahari bulan Juli yang hangat seperti saat ini 🙂

The Cribs, Ignore the ignorant
Pasca the Libertines, mungkin di Indonesia hanya Arctic Monkeys yang cukup terkenal sebagai penerus british garage rock. The Cribs mungkin kurang terdengar gaungnya di sini, tetapi di Inggris sana mereka adalah superstar. Uniknya lagi band ini masih tetap keukeuh untuk mengusung etos DIY untuk peralatan dan sound pada setiap konser mereka. Hook-hook yang raw dan berenergi masih menjadi andalan mereka pada album ini. Bertambahnya personil dengan bergabungnya Johny Marr (the Smiths, Modest Mouse) menambah atmosfer baru yang cukup segar bagi Jarman bersaudara dibandingkan dengan album-album sebelumnya.
Nice Tracks:
Cheat on me, Save your secrets, Victim of mass production
The Gaslight anthem, ’59 Sound
Rockabilly revival dengan sentuhan power pop yang modern. Sentuhan country dan blues yang diramu dengan ‘kekinian’ musik power pop membuat saya menjadi fans baru band ini. Bayangkan jika Elvis lahir pada tahun 1986, memiliki rambut poni lempar dan memasukkan unsur rockabilly di dalam band yang ia bentuk. Menarik bukan? 😀
Nice Tracks:
Great expectations, old white lincoln
Landon Pigg, The boy who never
Pria muda yang berasal dari Nashville, Tenesse ini memiliki sensibilitas pop yang
charming sekaligus calming dan menyenangkan pada setiap track yang ada di album ini.
Jika anda tengah berada pada puncak kemacetan di siang hari yang panas, mungkin lagu-lagu di album ini dapat menenangkan anda.
Nice Tracks:
This Far, Falling in love at a coffee shop, Look So Tired
Pavement , Quarantine the past
Well, band lo-fi indie rock inspirator ini tidak perlu lagi dipertanyakan reputasinya. Tetapi setelah sekian lama, track-track pada album  the-best ini terdengar masih relevan dengan masa kini.
Nice tracks:
Gold Soundz, Shady lane, Here

musik

Playlist Bulan Juni 2010

Menulis adalah hal yang menyenangkan. Chat dengan seorang teman lama saya meng-afirmasi hal tersebut. Terkadang kita membutuhkan katalis untuk menuangkan ide-ide yang menumpuk di kepala ini. Dan ketika ide-ide tersebut telah tersalurkan, rasanya akan lega sekali. Dan lega adalah hal yang menyenangkan 😀

Berkaitan dengan playlist musik, mulai bulan ini saya memutuskan untuk membuat semacam review kecil album-album musik yang saya dengarkan setiap bulannya. Mengapa bulanan? Hal ini dikarenakan saya lebih cenderung untuk mencari dan men-discovery rilisan musik pada periode bulanan.

Dan  playlist saya untuk bulan Juni 2010 adalah:

All Time Low, Nothing Personal

Idola ABG pada masa sekarang. Ketika kita ingin mencari musik pop punk ringan dan tidak ribet, album ini mungkin dapat menjadi pilihan yang baik. Tidak terlalu keras dan tidak terlalu alay.

Track yang patut disimak: Weightless, Sick Little Games


Ash, Free All Angels

Album yang cukup booming pada awal medio tahun 2000-an. Band yang terbentuk di Irlandia ini memainkan musik alternatif yang ringan dan distortif. Cukup membantu untuk nostalgia masa SMP yang manis.

Track yang patut disimak: Shining lights, Pacific Palisades, Sometimes


Band Of Horses, Cease To Begin

Jika anda tidak terlalu suka dengan hingar bingar musik remaja tanggung masa kini, mungkin anda akan cocok dengan band ini. Cease To Begin merupakan rilisan kedua dan dirilis oleh Sub Pop Records. Jika anda menyukai Iron & Wine, anda mungkin akan jatuh hati dengan Band Of Horses.

Track yang patut disimak: Is There a Ghost, No One’s Gonna Love You

Broken Social Scene, Self-Titled

Indie collective band ini cukup terkenal di scene musik Kanada. Album ketiga mereka yang self-titled ini merupakan kombinasi antara melodi dan strings yang raunchy dan kontemplatif.

Track yang patut disimak: Ibi Dreams Of Pavement, 7/4 Shoreline

musik

10 Lagu yang stuck-in-my-head Zaman Sekolah Dulu

Jika dipikir-pikir, sebenarnya kecintaan saya pada musik sudah berawal sejak kecil.
Pernah suatu kali saya mengikuti lomba menyanyi di aula TK dengan bermodalkan suara kaleng rombeng dan improvisasi goyang pantat untuk menambah nilai di depan juri. Alhasil saya dikenang sebagai bocah ajaib yang punya bakat untuk jadi stunt-nya Trio Macan jika salah satu personelnya ada yang cedera keseleo, salah urat,
dan gigi cekot-cekot.
OK, mungkin bukan bocah ajaib, tetapi lebih tepatnya bocah ayan.

Yang kadang membuat saya kesal adalah ternyata banyak teman-teman sejawat saya waktu TK yang masih mengingat peristiwa bencana alam tersebut. Dan yang parah adalah kala saya ditegur oleh teman TK cewek waktu ketemu di jalan:

Teman-TK: “Hei, doni yah? gw xxx temen TK lo dulu di kelas B3!!”
Saya: (merasa terkenal) “Ya ampun, xxx ud lama banget, apa kabar?”
Teman-TK: “Baik, Iih tampang lo ternyata gak banyak berubah dari dulu yah?”
Saya: (sekarang malah merasa ganteng)”Ah masa sih?”
Teman-TK: “Iya, lucu banget. Dulu gue inget banget lo nyanyi sambil joget-joget aneh gitu pantatnya
di Aula TK. Hahahaha” (Teman-TK saya ketawa-ketawa sendiri)
Saya: …

Mungkin kalau itu terjadi pada masa sekarang, saya masih bisa berkilah bahwa itu merupakan tanda bahwa saya sedang dalam proses dirasuki oleh roh penunggu pohon timun. Dan setelah selesai dirasuki saya bisa menyembuhkan penyakit orang dengan cara mencelupkan pantat saya kedalam baskom berisi air, untuk kemudian diminum oleh pasien.
Jadilah Donari, si bocah pantat petir.

Kembali ke topik semula, ternyata kecintaan saya terhadap musik tetap tidak luntur sampai sekarang. Dan jika digali kembali, terdapat sepuluh lagu popular yang menjadi tema dari masa pertumbuhan saya. Berikut daftarnya:

1. Opening Tokusatsu Jiban
Lagu ini adalah kesukaan saya sebelum masuk sekolah. Karena pada zaman dulu belum ada yang namanya playgroup
dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), jadilah saya dengan liarnya bebasnya main lari-larian, lalu nyusruk.
Main hujan-hujanan, kemudian pilek. Main berantem-beranteman dengan anak tangsi sebelah, lalu malah
jadinya berantem beneran dan benjol.

2. Bondan Prakoso, Kalelawar
Tembang ini bisa dibilang salah satu inspirasi awal saya untuk belajar ilmu pengetahuan alam.
Bagaimana Bondan dengan kacamata hitam dan jaket kulitnya mendeskripsikan mengenai kehidupan
kalelawar secara scientific. Tunggu dulu, bagaimana Bondan bisa melakukan
pengamatan terhadap kalelawar dengan memakai kacamata hitam di malam hari?

3. Iwa K, Kram Otak
Kakak sepupu perempuan saya dulu suka sekali terhadap Rapper asal Bandung ini. Tetapi entah kenapa setiap melihat video klipnya di televisi, saya selalu mimpi buruk pada malam harinya.

4. Boomerang, Gadis Extravaganza
Single ini kalau tidak salah muncul pada saat saya kelas 6 SD. Videonya yang seronok
membuat mulut saya menganga pada waktu itu. Hot.

5. Dewa, Separuh Nafas
Saya selalu beranggapan bahwa masterpiece Dewa/Dewa 19 adalah album “Bintang Lima”. Pada waktu album itu dibuat Ahmad Dhani tampaknya masih bisa berkonsentrasi untuk menulis lagu-lagu yang bagus. Pada saat itu ia mungkin masih belum sibuk mengurus jenggot, anaknya masih kecil-kecil, dan istrinya belum minta cerai seperti sekarang ini.

6. Tipe-X, Genit
Booming musik Ska di Indonesia ditandai oleh meledaknya band ini. Ada yang ingin kembali berdansa pogo, memakai celana mambo dengan gaya menyerempet poco-poco?

7. Sheila On 7, JAP
Dulu band ini sempat dikritik oleh seniman-seniman senior di Indonesia karena penampilan live mereka yang terkesan kurang serius. Tetapi IMHO jika dibandingkan dengan band-band alay saat ini, mereka masih jauh lebih keren.

8. Linkin park, In The End
Waktu SMP, saya minta les Bahasa Inggris ke mama saya untuk bisa memahami lirik lagu ini. Saya sampai komat-kamit menghapalkan liriknya.
I put my trust, in you… pushed as far as I can go…
For all this, there’s only one thing you should know…

9. Deftones, Root
Pada masa Hip metal sedang jaya-jayanya, semua anak muda yang “gaul” pasti memakai topi baseball yang tidak ada ventilasi di belakangnya, celana yang melorot sampai ke pantat, dan selalu membeli album yang ada “jaminan mutu” parental advisory-nya. Saya suka limp bizkit, Korn, dan band hip metal lainnya,
tetapi Deftones adalah band terbaik di hati saya pada saat itu.

10. Foals, This Orient
Indie mathletics. Lirik yang absurd dan musik dengan hitungan beat yang tidak umum membuat saya memasukkan band ini kedalam playlist regular saya.

Itulah daftar sepuluh lagu yang menyangkut di kepala saya selama ini.
Apa daftar anda?