Keranjang

Bedug

Pada  bulan Ramadhan seperti saat ini, saya selalu mencintai suara bedug. Suara ketukan ritmik dengan pola tertentu yang khas membuat saya secara tidak sadar mengasosiasikan bedug azan maghrib dengan bel istirahat di kantin pada waktu sekolah dulu :).
Konon katanya, bedug tidak berasal dari Indonesia, tetapi berasal dari India dan Cina. Tetapi toh karena akulturasi dan asimilasi yang terjadi pada zaman dahulu, bedug seakan menjadi peralatan wajib pada setiap masjid yang ada di Indonesia. Bedug digunakan untuk memberitahukan datangnya waktu sholat kepada masyarakat karena pada saat itu para muazin masih melakukan azan tanpa pengeras suara (karena speaker belum ditemukan), sehingga suara azan tidak terlalu terdengar jika berada agak jauh dari masjid.
Saat menulis postingan ini, saya juga sedang menunggu datangnya suara bedug maghrib. 😀

Selamat menunaikan ibadah puasa 1431 H.

Iklan
Keranjang

Web Site dengan desain terburuk

Posting ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah HCI. Situs yang saya pilih adalah http://www.miauk.com/.

Situs profil grup musik ini saya pilih untuk mewakili contoh desain yang buruk adalah karena:

  1. Warna latar nya yang berkelap-kelip dapat menimbulkan gejala epilepsi bagi anda.
  2. Pemilihan warna tulisan  header yang jika dilihat sekilas tampak seperti latar (jadi bagian header-nya yang sebelah mana :D).
  3. Tidak ada informasi yang jelas mengenai apa situs tersebut sebelum kita mengklik pranala yang ada di menu sebelah kiri tampilan.

Ini tampilannya:

tampilan_situs

Keranjang

Cooking Mama

Akhir-akhir ini jika sedang bosan saya kadang-kadang bermain game ini, Cooking mama. Game ini menekankan pada bagaimana kita membantu sang “mama” untuk menyiapkan menu-menu masakan yang ada pada game tersebut. Kebanyakan memang menu-menu Jepang seperti Takoyaki, Misoshiru dan lain-lain.

Jadi kalau sedang stress, coba main Cooking Mama ini deh :D.

Screenshot:

cooking_mama

Keranjang

Benci Untuk Terlihat Tua

Tadi sore pada saat saya sedang dalam perjalanan pulang menuju kost, terlihat beberapa mahasiswi  sedang menenteng beberapa kardus yang bertuliskan “Sumbangan untuk korban Situ Gintung Tangerang”. Karena mereka lumayan manis, saya akhirnya memutuskan untuk menyumbang uang sekadarnya dengan harapan bisa menggoda mengobrol dengan mereka.

Setelah saya dengan penuh percaya dirinya menaruh uang tersebut dan bersiap untuk memulai pembicaraan dengan gadis manis tersebut menggunakan pick-up line andalan saya, tak dinyana gadis manis tersebut mengeluarkan statement yang sampai malam ini tidak akan bisa saya lupakan:

“Terima kasih, Pak…”

Pak?

Pak?

Pak?

Arrrggghh.

Umur saya baru 22 dan dipanggil Pak??

Langsung deh saya kabur dengan hati yang terluka (T_T)b …

Ohh…

Mengapa saya terlihat begitu tua di mata gadis manis tersebut…

Padahal jika meminjam istilahnya Tarzan Srimulat dalam film Otomatis Romantis, Saya ini “Ngganteng kinyis-kinyis” (tidak ada yang boleh protes!!).

Ya sudahlah, lebih baik saya memikirkan untuk mencari pick-up line yang ampuh jika dihadapkan pada situasi seperti ini.

Anda punya ide?

Keranjang

Presentasi Tugas Mata Kuliah Organisasi Komputer (part 2)

Ya, ini foto-foto dari sesi kedua presentasi tugas organisasi komputer. Kelompok yang maju cukup banyak, ada  5 kelompok. Maaf kalau foto-fotonya kurang jelas, modus malam di kamera ponsel saya agak kurang bagus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karena jadwal yang padat, maka pada sesi ini yang banyak bertanya hanya Pak Endang, Teman-teman yang lain banyak yang sudah mengantuk mungkin (^o^).

Kesimpulan dari dua sesi ini adalah:

 

Tetap Semangat, teman-teman!!!! we’re all rocksss!!!