analisa politik bebas

Lack of morality from the infotainment: a true moral mishap for younger generation

The imprisonment of Andi Soraya this month marked another disdain in this country’s loathed celebrity attitude. From scandals and drug abuse to violent action. For me, this series of mishaps drove me deeper into the point that watching local infotainment will only corrode your mind with such ‘news’.

I’m not a moralist, but at least, we as a normal human being can infer from¬† what is appropriate and what is not based on our sense and religious view. And in my humble opinion, local infotainment show doesn’t meet any of my personal ‘normal’ moral standard.

In a growing democracy atmosphere in Indonesia, we are free to broadcast any content towards something. And so do infotainment. As they are trying to improve their rating by exposing such scandals, they are affecting the minds of younger generation by planting permissive vision for such moral-degrading actions.

In the end,¬† my suggestion to any parents in this country is, please turn off your television when it comes to infotainment and your children are happened to watch it. Perhaps it doesn’t pose any harm to you, but it does put some damage to your children.

Iklan
analisa politik bebas

Indonesia-Malaysia: the quarrelling brothers

We fellow Indonesian perhaps shooked out by the news of detainment of our 3 fellow officers from the ministry of fisheries and sea by Malaysian police. And the timing was perfect: It was just a few days away from our 65th independence day’s anniversary. As expected, the outraged politician and NGOs stormed the Malaysian side. The protest was carried with a various manner, from the usual condemnation by our lawmakers to flag burning and feces being throwed into Malaysian embassy’s wall.

This event strained the relationship between the two neighbouring countries. Both are member of the ASEAN. Regarding to that issue, our minister of foreign affairs has sent a protest note for Malaysia and demanding an apology for such action. On the other side, Malaysia was infuriated too for the ‘feces-throwing’ incident and considered a travel advisory for her citizen.

This kind of problem has its root in one cause: border dispute. And in my opinion should prevail in a diplomatic mission and bilateral agreement. But in a way more serious manner this time. If not, the events will just repeats for more and escalate in an uncontrollable and violent action. Both sides, as for Indonesia and Malaysia, should remain cool headed. The scourge of war will bring nothing but misery to both countries. Malaysia should never again provocating her fellow neighbours’ sovereignty, and Indonesia should encourage its people to protest in a more civilized way.

May peace be among us.

analisa politik bebas

Pesta Demokrasi

Total jumlah partai politik yang akan ambil bagian dalam pemilu legislatif 2009 ini adalah sebanyak 39 partai.   Jumlah partai sebanyak itu sudah cukup membuat saya pusing untuk menentukan pilihan mengenai yang mana yang akan saya contreng.

Yang membuat saya agak bingung adalah ketika sewajarnya terjadi pengerucutan jumlah partai di setiap pemilu, di negara kita jumlah partai malah bertambah banyak.

Dan dengan dasar ideologi yang mirip-mirip pula.

Ya sudah, pada saat pemilu nanti, setidaknya ada libur satu hari yang bisa dipakai untuk istirahat.

analisa politik bebas

Hillary Clinton dan Kebangkitan Optimisme Bangsa Kita

Kedatangan menteri luar negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton baru baru ini sedikit banyak membuat saya berpikir. Menjadikan negara ini sebagai salah satu tujuan kunjungan kenegaraan awal pemerintahan Obama terus terang merupakan salah satu manuver politik AS yang berbeda dibandingkan dengan rezim sebelumnya.

Indonesia merupakan negara demokrasi Islam terbesar di dunia, dan salah satu negara berpopulasi terbesar di dunia. Terlepas dari segala pretensi atau “udang di balik batu” dari kunjungan tersebut, terus terang saya sedikit bisa tersenyum. Bangsa kita yang besar ini ternyata sudah mulai KEMBALI dihormati di percaturan dunia, terlepas dari segala kesulitan dan masalah yang dihadapi oleh negara ini.

Hillary mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu kunci yang akan berperan didalam strategi AS “merangkul” dunia Islam. Well apapun itu, saya merasa kita memang sudah selayaknya memainkan peran lebih didalam percaturan internasional disamping misi utama kita memajukan bangsa ini.

Entah mengapa kemarin saat melihat Hillary berpidato bersama menlu Hassan Wirayudha, saya merasa kita sudah satu derajat dengan mereka. Menlu kita berdiri dengan optimisme yang tinggi disisi Hillary. Mudah-mudahan kedepannya saat Indonesia telah maju dan dihormati dunia, kita akan lebih bangga lagi.

Walaupun masih belum begitu terasa dan masih banyak persoalan yang mesti kita selesaikan dengan bahu membahu sesama komponen bangsa, tampaknya perekonomian Indonesia sudah mulai sedikit bangkit dan sudah berada di “track” yang benar. Terlepas dari siapapun yang memimpin bangsa ini.

Saya sebagai rakyat biasa masih bermimpi agar Republik Indonesia bisa lebih maju dari bangsa-bangsa lain di dunia.

Mari kita bekerja lebih keras lagi dan memperbaiki diri agar kelak anak cucu kita dapat mewujudkan mimpi ini.

Jangan apatis, bangsa lain pun sudah mulai mengakui kebangkitan bangsa ini, kenapa kita masih saja pesimis?