kontemplatif

Writer’s Block

Terus terang saya suka malas sekali kalau sedang terkena gejala ini. Perasaan menggebu-gebu ingin menuangkan sesuatu kedalam bentuk tulisan terhapuskan begitu saja oleh aksi bengong beberapa lama di depan notebook. Alih-alih paragraf, yang kita dapatkan terkadang hanyalah sensasi pusing karena menatap kursor yang berkedip-kedip di depan kita.

Menurut Wikipedia, writer’s block (WB) kira-kira maksudnya seperti berikut:

“A writer’s block is a condition, associated with writing as a profession in which author loses the ability to produce new work”.

Berhubung saya menulis hanya untuk hobi-hobi saja dan bukan untuk profesi, paling-paling saya akan lebih sering ngedumel karena tidak bisa menuangkan buah pikiran saya karena WB :).

Tetapi bila kita memang benar-benar harus menulis dikarenakan kebutuhan yang mendesak seperti paper dan skripsi, berikut adalah hal-hal yang biasanya saya lakukan untuk mendapatkan kembali mood menulis:

  • Buatlah secangkir teh hangat tanpa gula, dan minumlah dengan posisi rileks.
  • Tinggalkan komputer sejenak untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang tidak membutuhkan banyak pemikiran, seperti menyapu, membersihkan kamar mandi, dll.
  • Buatlah pengorganisasian ide dan buatlah outline tulisan sebagai patokan mengenai benang merah tulisan yang sedang kita kembangkan.
  • Jika sudah benar-benar mentok. Lebih baik tidur sebentar untuk mengistirahatkan pikiran, siapa tahu anda butuh istirahat karena burnout 😛
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s