Cerpen

Becek

Tembong benci genangan air. Air coklat keruh di setiap lubang jalan yang gemercik setiap ada kendaraan lewat saat musim hujan. Air campur lumpur yang mengandung miliaran bakteri racun yang menakutkan. Tapi Tembong tidak terlalu takut bakteri, Ia hanya takut pada genangan. Hanya genangan air di jalan saja.

Tembong yatim-piatu. Tetapi tidak lima belas tahun yang lalu. Ketika Pa’e dan Bu’e nya masih sering mengajak Tembong jalan-jalan di seputaran alun-alun. Mereka bertiga menyusuri jalan kabupaten naik Vespa Pa’e yang butut dan bobrok. Tembong bahagia sekali saat itu. Tapi itu lima belas tahun yang lalu, saat naas belum menimpa anak-beranak tersebut.

Saat itu Tembong, Pa’e dan Bu’e baru saja pulang dari pelesir rutin mereka ketika hujan langsung deras menimpa mereka. Pa’e memutuskan untuk terus saja, karena sudah kepalang tanggung. Pa’e lalu potong jalan lewat jalan yang biasanya tidak pernah mereka lewati sebelumnya karena bolong disana-sini. Pa’e pikir tidak akan apa-apa.

Tembong ingat benar rasanya saat itu. Rasa pedih ketika butiran deras hujan menampar luka-luka di sekujur tubuhnya. Di depannya Pa’e dan Bu’e menggeletak. Di sekeliling mereka  banyak darah yang diencerkan hujan. Tembong ingat benar rasanya. Pa’e tidak bisa melihat jelas mana lubang jalan dan mana yang tidak saat itu. Bu’e juga tidak, apalagi Tembong.

Tembong hanya bisa melihat lubang besar tersebut ketika air hujan bercampur darah Pa’e dan Bu’e dialirkan oleh hujan menuju genangan coklat tersebut.

Ya, Coklat campur merah.

Tembong selalu ngilu bila sedang ingat. Ia pasti menggigil. Karena itu Ia diingat orang sebagai anak yang takut hujan. Anak yang selalu menggigil ketika hujan sedang deras-derasnya.

Kini kalian semua paham mengapa Tembong selalu susah diajak jalan ketika hujan. Oleh karena itu, mohon mengerti Tembong.

 

Bogor, Juni 2010

Untuk orang-orang yang dibunuh oleh aspal, oleh hujan.

Iklan

Satu pemikiran pada “Becek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s