musik

10 Lagu yang stuck-in-my-head Zaman Sekolah Dulu

Jika dipikir-pikir, sebenarnya kecintaan saya pada musik sudah berawal sejak kecil.
Pernah suatu kali saya mengikuti lomba menyanyi di aula TK dengan bermodalkan suara kaleng rombeng dan improvisasi goyang pantat untuk menambah nilai di depan juri. Alhasil saya dikenang sebagai bocah ajaib yang punya bakat untuk jadi stunt-nya Trio Macan jika salah satu personelnya ada yang cedera keseleo, salah urat,
dan gigi cekot-cekot.
OK, mungkin bukan bocah ajaib, tetapi lebih tepatnya bocah ayan.

Yang kadang membuat saya kesal adalah ternyata banyak teman-teman sejawat saya waktu TK yang masih mengingat peristiwa bencana alam tersebut. Dan yang parah adalah kala saya ditegur oleh teman TK cewek waktu ketemu di jalan:

Teman-TK: “Hei, doni yah? gw xxx temen TK lo dulu di kelas B3!!”
Saya: (merasa terkenal) “Ya ampun, xxx ud lama banget, apa kabar?”
Teman-TK: “Baik, Iih tampang lo ternyata gak banyak berubah dari dulu yah?”
Saya: (sekarang malah merasa ganteng)”Ah masa sih?”
Teman-TK: “Iya, lucu banget. Dulu gue inget banget lo nyanyi sambil joget-joget aneh gitu pantatnya
di Aula TK. Hahahaha” (Teman-TK saya ketawa-ketawa sendiri)
Saya: …

Mungkin kalau itu terjadi pada masa sekarang, saya masih bisa berkilah bahwa itu merupakan tanda bahwa saya sedang dalam proses dirasuki oleh roh penunggu pohon timun. Dan setelah selesai dirasuki saya bisa menyembuhkan penyakit orang dengan cara mencelupkan pantat saya kedalam baskom berisi air, untuk kemudian diminum oleh pasien.
Jadilah Donari, si bocah pantat petir.

Kembali ke topik semula, ternyata kecintaan saya terhadap musik tetap tidak luntur sampai sekarang. Dan jika digali kembali, terdapat sepuluh lagu popular yang menjadi tema dari masa pertumbuhan saya. Berikut daftarnya:

1. Opening Tokusatsu Jiban
Lagu ini adalah kesukaan saya sebelum masuk sekolah. Karena pada zaman dulu belum ada yang namanya playgroup
dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), jadilah saya dengan liarnya bebasnya main lari-larian, lalu nyusruk.
Main hujan-hujanan, kemudian pilek. Main berantem-beranteman dengan anak tangsi sebelah, lalu malah
jadinya berantem beneran dan benjol.

2. Bondan Prakoso, Kalelawar
Tembang ini bisa dibilang salah satu inspirasi awal saya untuk belajar ilmu pengetahuan alam.
Bagaimana Bondan dengan kacamata hitam dan jaket kulitnya mendeskripsikan mengenai kehidupan
kalelawar secara scientific. Tunggu dulu, bagaimana Bondan bisa melakukan
pengamatan terhadap kalelawar dengan memakai kacamata hitam di malam hari?

3. Iwa K, Kram Otak
Kakak sepupu perempuan saya dulu suka sekali terhadap Rapper asal Bandung ini. Tetapi entah kenapa setiap melihat video klipnya di televisi, saya selalu mimpi buruk pada malam harinya.

4. Boomerang, Gadis Extravaganza
Single ini kalau tidak salah muncul pada saat saya kelas 6 SD. Videonya yang seronok
membuat mulut saya menganga pada waktu itu. Hot.

5. Dewa, Separuh Nafas
Saya selalu beranggapan bahwa masterpiece Dewa/Dewa 19 adalah album “Bintang Lima”. Pada waktu album itu dibuat Ahmad Dhani tampaknya masih bisa berkonsentrasi untuk menulis lagu-lagu yang bagus. Pada saat itu ia mungkin masih belum sibuk mengurus jenggot, anaknya masih kecil-kecil, dan istrinya belum minta cerai seperti sekarang ini.

6. Tipe-X, Genit
Booming musik Ska di Indonesia ditandai oleh meledaknya band ini. Ada yang ingin kembali berdansa pogo, memakai celana mambo dengan gaya menyerempet poco-poco?

7. Sheila On 7, JAP
Dulu band ini sempat dikritik oleh seniman-seniman senior di Indonesia karena penampilan live mereka yang terkesan kurang serius. Tetapi IMHO jika dibandingkan dengan band-band alay saat ini, mereka masih jauh lebih keren.

8. Linkin park, In The End
Waktu SMP, saya minta les Bahasa Inggris ke mama saya untuk bisa memahami lirik lagu ini. Saya sampai komat-kamit menghapalkan liriknya.
I put my trust, in you… pushed as far as I can go…
For all this, there’s only one thing you should know…

9. Deftones, Root
Pada masa Hip metal sedang jaya-jayanya, semua anak muda yang “gaul” pasti memakai topi baseball yang tidak ada ventilasi di belakangnya, celana yang melorot sampai ke pantat, dan selalu membeli album yang ada “jaminan mutu” parental advisory-nya. Saya suka limp bizkit, Korn, dan band hip metal lainnya,
tetapi Deftones adalah band terbaik di hati saya pada saat itu.

10. Foals, This Orient
Indie mathletics. Lirik yang absurd dan musik dengan hitungan beat yang tidak umum membuat saya memasukkan band ini kedalam playlist regular saya.

Itulah daftar sepuluh lagu yang menyangkut di kepala saya selama ini.
Apa daftar anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s