kontemplatif

Elegy Movie Review

Beberapa waktu yang lalu saya menyempatkan diri menonton sebuah film, judulnya Elegy. Cast-nya ada Ben Kingsley dan Penelope Cruz. Sebenarnya sih itu film tidak spesial-spesial amat, hanya saja ada satu sisi ceritanya yang cukup membuat saya untuk duduk betah:

Elegy bercerita tentang seorang profesor di bidang cultural-critics (dimainkan dengan keren sekali oleh Ben Kingsley), David Kepesh yang di usia senjanya masih memilih melajang dan menganggap hubungan romantis merupakan suatu utopia yang tidak realistik.

Kemudian datanglah Consuela, seorang mahasiswi 20-something-sexy-cuban-girl yang tiba-tiba menarik perhatian Kepesh. Singkat cerita, Kepesh pun memulai suatu pendekatan ke Consuela dengan satu tujuan: Bercinta dengannya.

Namun hal yang terjadi kemudian tidaklah sesederhana yang dibayangkan oleh Kepesh. Hubungan mereka terus berlanjut sehingga David terus merasakan apa yg disebut sebagai sexual possessiveness. Apakah David masih tetap mempertahankan paham bitter-realistic-romanticism nya yang menganggap seks itu tidak ada hubungannya dengan cinta?

Film Elegy ini diangkat dari novel pemenang pulitzer Philips Roths yang berjudul “The Dying Animal”.

Elegy Film Poster

Iklan

Satu pemikiran pada “Elegy Movie Review

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s